Translate

EnglishFrenchGermanSpainItalianDutch RussianPortugueseJapaneseKoreanArabicChinese Simplified

20130205

Manfaat Bawang Putih



Bawang Putih

Bawang putih (Allium sativum) adalah herba semusim berumpun yang mempunyai ketinggian sekitar 60 cm. Tanaman ini banyak ditanam di ladang-ladang di daerah pegunungan yang cukup mendapat sinar matahari. Batangnya batang semu dan berwarna hijau. Bagian bawahnya bersiung-siung, bergabung menjadi umbi besar berwarna putih. Tiap siung terbungkus kulit tipis dan kalau diiris baunya sangat tajam. Daunnya berbentuk pita (pipih memanjang), tepi rata, ujung runcing, beralur, panjang 60 cm dan lebar 1,5 cm. Berakar serabut. Bunganya berwarna putih, bertangkai panjang dan bentuknya payung. Bawang putih dapat digunakan untuk pengobatan alternatif sebagai berikut : a. Bawang putih Flu dan Batuk. Kandungan sulfur yang terkandung dalam bawang putih membuatnya memiliki bau dan rasa yang khas dapat meningkatkan dan mempercepat kegiatan membran mucous di saluran pernapasan, yang membantu melegakan pemampatan dan mengeluarkan lendir. Bawang putih mentah mengandung phytochemical yang dapat membantu membunuh bakteri dan virus penyebab penyakit. Bagaimana cara memanfaatkannya? Makanlah bawang putih sebanyak-banyaknya segera setelah anda merasa sakit atau tambahkan bawang putih pada masakan. Anda juga dapat membuat obat batuk dengan resep ini : Hancurkan bawang dan masukan ke dalam susu dingin di dalam panci, lalu panaskan sekitar 1-2 menit, dan minum hangat-hangat. b. Bawang Putih dan Kolesterol Sekarang ada lebih dari 12 studi yang dipublikasikan di seluruh dunia yang memastikan bahwa bawang putih dalam berbagai bentuk dapat menurunkan kolesterol. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa bawang ini dapat menyembuhkan tekanan darah tinggi, penyakit jantung. Salah satu studi yang dipublikasikan di “The Journal of The Royal College of Physicians” oleh Silagy CS dan Neil HAW tahun 1994 menyebutkan bahwa bawang putih merupakan agen untuk mengurangi lemak. Penulis menyatakan bahwa suplemen bawang merupakan bagian terpenting dalam penyembuhan kolesterol tinggi. Menurutnya, secara keseluruhan, penurunan terjadi sebesar 12 % dari total kolesterol. Penurunan ini terjadi setelah 4 minggu perawata c. Bawang Putih dan Kanker Bawang juga mempunyai kandungan untuk memerangi kanker, terutama kanker perut dan usus besar. Organosulfida yang terkandung dalam bawang putih membantu hati memproses senyawa kimia beracun, termasuk senyawa kimia yang menyebabkan kanker beberapa penelitian epidemiologis menunjukan bahwa orang yang banyak mengkonsumsi bawang putih lebih rendah resikonya terkena kanker perut dan usus besar. Untuk memastikan bahwa anda akan mendapatkan hasil yang maksimal, peneliti dari Penn State Unipersity merekomendasikan untuk membiarkan dulu potongan atau tumbukan bawang selama paling sedikit 10 menit, memberi waktu bawang itu membentuk kandungan-kandungan yang membantu memerangi kanker.

20130204

Manfaat Herbal "TEMULAWAK"

temulawak


Temulawak (Curcuma xanthorhiza roxb) adalah termasuk dalam keluarga Jahe (zingiberaceae), Temulawak turun temurun oleh bangsa indonesia sudah tradisi di jadikan obat herbal. Penyebaran tanaman Temulawak banyak tumbuh di pulau Jawa, Maluku dan Kalimantan. Karakteristik Temulawak tumbuh sebagai semak tanpa batang. Mulai dari pangkalnya sudah berupa tangkai daun yang panjang berdiri tegak. Tinggi tanaman antara 2 m s/d 2,5 m. Daunnya panjang bundar seperti daun pisang yang mana pelepah daunnya saling menutup membentuk batang. Tanaman ini dapat tumbuh subur di dataran rendah dengan ketinggian 750 m diatas permukaan laut, tanaman ini bisa dipanen setelah 8-12 bulan dengan ciri-ciri daun menguning seperti mau mati. Umbinya akan tumbuh di pangkal batang berwarna kuning gelap atau coklat muda dengan diameter panjang 15 cm dan 6 cm, baunya harum dan sedikit pahit agak pedas. temulawak sudah lama digunakan secara turun temurun oleh nenek moyang kita untuk mengobati sakit kuning, diare, maag, perut kembung dan pegal-pegal. juga dapat di jadikan sebagi ramuan penambah nafsu makan, selain itu juga bisa dimanfaatkan untuk menurunkan lemak darah, mencegah penggumpalan darah sebagai antioksidan dan memelihara kesehatan dengan meningkatkan daya kekebalan tubuh.

cara meramunya : cukup membersihkan kulitnya,kemudian kupas tipis hingga terlihat daging temulawaknya, iris tipis , sambil masak air 200cc setelah mendidih masukan irisan temulawak sampai air menguning, bisa dicampur dengan madu atau gula merah agara rasa lebih nikmat, dan manfaat semakin bertambah.

Manfaat Buah Manggis

MANFAAT TANAMAN Buah manggis dapat disajikan dalam bentuk segar, sebagai buah kaleng, dibuat sirop/sari buah. Secara tradisional buah manggis adalah obat sariawan, wasir dan luka. Kulit buah dimanfaatkan sebagai pewarna termasuk untuk tekstil dan air rebusannya dimanfaatkan sebagai obat tradisional. 

20130202

Cara Kerja Obat Herbal

Seperti yang dijelaskan dalam artikel sebelumnya, orang yang mengonsumsi herbal untuk pertama kalinya, mungkin akan dikejutkan oleh efek dan reaksi tidak menyenangkan yang dihasilkannya.
Akibatnya, seringkali beberapa orang menyimpulkan bahwa mereka mengalami keracunan. Mari kita lihat reaksi seperti apa yang dimaksudkan dalam penjelasan berikut.

Reaksi Obat Herbal

Reaksi yang dimaksudkan di atas, biasanya akan muncul dalam bentuk yang berbeda-beda pada tiap orang. Terkadang, pada awal terapi herbal, perut Anda akan terasa seperti dikocok selama satu atau dua hari, pusing, mual, dan  sakit perut mungkin menyertainya.
Jika Anda mengalaminya, jangan khawatir! Secara umum dikatakan bahwa reaksi ini adalah efek penyesuaian tubuh, dimana tubuh menyesuaikan sistem metabolisme untuk bisa memanfaatkan pengobatan yang diberikan oleh herbal tersebut dan biasanya akan hilang setelah beberapa hari.
Selain efek penyesuaian tersebut, akan ada efek detoksifikasi, dimana tubuh mengeluarkan racun atau zat-zat berbahaya dari dalam tubuh ketika/setelah menerima pengobatan.
Reaksi yang mungkin muncul adalah batuk-batuk, pilek, demam, gatal-gatal, banyak mengeluarkan keringat, sering buang air kecil dan besar dan sekali lagi efek tersebut akan berbeda-beda pada tiap orang.
Jika Anda merasakan reaksi atau efek yang tidak menyenangkan tersebut, ketika/setelah menggunakan obat herbal, jangan menyerah dan menghentikan pengobatan yang diberikan, itu sama saja dengan menghentikan proses pengobatan dan pemulihan.
Jika Anda tidak yakin, konsultasikan dengan ahli herbal Anda dan ikuti petunjuk yang diberikan. Biasanya, ahli herbal akan menganjurkan Anda mengurangi dosis untuk meringankan efek tersebut dan memberikan waktu bagi tubuh untuk menyesuaikan diri dengan bekerjanya obat herbal.

Bagaimana Reaksi Obat Herbal Bekerja?

Seseorang yang memutuskan untuk menggunakan obat herbal sebagai pengobatan harus sabar menunggu hasilnya. Mengapa? Salah satu prinsip kerja herbal adalah reaksi obat herbal yang lambat.
Tidak seperti obat kimia yang bisa langsung bereaksi, reaksi obat herbal dan manfaatnya umumnya baru dapat dirasakan setelah beberapa minggu atau beberapa bulan penggunaan.
Hal itu disebabkan, senyawa-senyawa berkhasiat di dalam obat herbal membutuhkan waktu untuk menyatu dalam metabolisme tubuh. Berbeda dengan obat kimia yang bekerja dengan cara meredam rasa sakit dan gejalanya,  obat herbal bekerja dengan berfokus pada sumber penyebabnya.
Artinya, reaksi obat herbal bekerja dengan cara membangun dan memperbaiki keseluruhan sistem tubuh dengan memperbaiki sel dan organ-organ yang rusak.
Tak heran, dibutuhkan waktu yang relatif lebih lama untuk merasakan efek obat herbal dibandingkan jika kita menggunakan obat kimia. Alasan lain, kebanyakan obat herbal yang beredar di pasaran bukan berupa senyawa aktif yang diperoleh dari proses ekstraksi melainkan berasal dari bagian tanaman obat yang diiris, dikeringkan, dan dihancurkan.
Artikel berikutnya, akan membantu Anda memahami kaitan antara bentuk sajian obat herbal dengan khasiat yang dihasilkannya. Silakan kunjungi halaman Aneka Teknik Mengolah Herbal, Mana yang Tepat? untuk mendapatkan informasi berguna yang Anda butuhkan. Artikel tersebut akan membantu Anda memilih bentuk sajian obat herbal secara bijak.

Informasi lengkapnya di: http://www.deherba.com

Amankah Obat Herbal ?

Saat ini, penggunaan obat herbal semakin gencar karena selain terjangkau oleh masyarakat baik dari segi harga maupun ketersediaannya.
Hasil penelitian modern juga menunjukkan bahwa obat herbal memang terbukti efektif bagi kesehatan dan tidak terlalu menyebabkan efek samping seperti obat kimia.
Meskipun begitu, dalam suatu hal, selalu ada pro dan kontra. Demikian pula yang terjadi pada persoalan pemanfaatan obat herbal.Ada yang menyukai pemanfaatan obat herbal karena kelebihan-kelebihan yang disebutkan di atas.
Namun, ada juga beberapa orang yang menyangkal hasil penelitian tersebut dan boleh jadi berkomentar berdasarkan pengalaman mereka, bahwa minum obat herbal bisa membahayakan kehidupan.
Akibatnya, beberapa orang yang ingin mencoba, mungkin termasuk Anda, menjadi ragu dan bimbang. Mari kita cari tahu, apakah memang benar seperti itu?
Ketika Anda mempertimbangkan untuk menggunakan obat herbal, Anda perlu mempertimbangkan hal-hal penting seputar produk herbal tersebut seperti beberapa pertanyaan berikut. Mari kita simak ulasannya.

Bagaimana Saya Yakin Bahwa Obat Herbal Ini Aman?

Beberapa orang meragukan keamanan obat herbal karena banyak berita negatif mengenai pemalsuan obat herbal. Bagaimana Anda bisa mengantisipasi hal itu?
Pastikan bahwa obat herbal yang Anda beli sudah mendapatkan izin edar resmi. Belilah dari produsen dan sumber yang terpercaya, jangan membeli dari pedagang obat asongan mengingat banyaknya pemalsuan obat bahkan pada obat yang sudah memiliki izin edar resmi.
Seorang apoteker di Benin City, Nigeria, memperingatkan, "Bagi pedagang obat asongan, menjual obat adalah sekadar bisnis. Mereka memperlakukan obat seperti permen atau biskuit.
Obat-obatan yang mereka jajakan sering kali sudah kedaluwarsa atau palsu. Orang-orang ini tidak tahu apa-apa tentang obat-obatan yang mereka jual."

Apakah Obat Herbal Ini Sesuai Kebutuhan dan Kondisi Saya? Bagaimana dengan Efek Sampingnya?

Pastikan Anda mengetahui bahan pembuatnya dan jangan segan bertanya pada herbalis atau konsultan penjualan mengenai khasiat dan reaksi obat herbal tersebut. Mengapa?
Prapti Utami, dokter yang menekuni pengobatan herbal dan tergabung dalam Perhimpunan Dokter Indonesia Pengembang Kesehatan Tradisional Timur, menjelaskan alasannya, "Herbal tidak bisa diminum sembarangan karena respons tiap individu bisa berbeda satu sama lain. Meski punya keluhan sama, belum tentu herbal yang diberikan cocok antara satu pasien dan pasien lain."
Sebagai contoh, Jati Belanda yang dikenal sebagai pelangsing alami tubuh, tidak cocok digunakan pada penderita gangguan lambung karena memiliki efek mengiritasi lambung.
Contoh lain, Daun sirsak juga dapat meningkatkan asam lambung bila dikonsumsi dalam jangka waktu lama. Karena alasan itu, penggunaan obat herbal umumnya dikombinasikan dengan herbal lain yang berkhasiat mengatasi efek tersebut.
Beberapa orang tidak mengetahui fakta tersebut sehingga boleh jadi mereka menyimpulkan bahwa obat herbal tertentu membahayakan. Maka, penting untuk mencari informasi tentang obat herbal yang ingin Anda gunakan untuk membantu Anda memilih obat herbal yang cocok dan sesuai untuk Anda.

Bagaimana Penggunaan Obat Herbal yang Tepat?

Pastikan bahwa Anda mengerti dan mengikuti instruksinya. Doktor Logan Chamberlain, penulis sebuah buku tentang suplemen herbal, mengatakan, "Hampir setiap laporan pada tahun-tahun terakhir mengenai efek berbahaya dari obat herbal berasal dari kasus orang-orang yang tidak mengikuti petunjuk. . . . Rekomendasi dosis pada produk yang andal adalah aman dan bahkan hati-hati sekali. Jangan mengabaikannya kecuali Anda mendapat nasihat yang bagus dari ahli herbal yang terlatih."
Sekali lagi, Jangan segan bertanya kepada ahli herbal tentang penggunaan obat itu. Anda berhak mengetahuinya. Bagaimanapun juga, tubuh Anda sendirilah yang akan menanggung akibatnya.
Jika Anda tidak menggunakan obat herbal dengan tepat, Anda mungkin tidak akan sembuh. Anda perlu mengetahui seberapa banyak obat yang harus diminum, kapan meminumnya, dan untuk berapa lama.
Anda juga perlu mengetahui makanan, minuman, dan obat-obat lain apa atau aktivitas apa yang harus dihindari sewaktu meminum obat herbal. Sekarang, apa jawaban Anda untuk pertanyaan di atas?
Ingat, tidak semua obat herbal cocok untuk setiap orang meskipun keluhannya sama. Jadi, bahaya atau tidaknya obat herbal tidak bergantung pada obat herbal itu semata tapi banyak bergantung pada diri Anda sendiri.
Anda bisa bertanya pada diri sendiri: Apa obat herbal yang saya pilih? Apakah saya mendapatkannya dari sumber yang terpercaya? Apakah itu sesuai dengan kebutuhan dan kondisi tubuh saya?
Bagaimana saya menggunakannya, apakah sesuai dengan anjuran yang diberikan? Obat apapun bahkan yang paling efektif sekalipun dapat menjadi racun mematikan jika tidak digunakan semestinya.
Hal lain yang perlu Anda ketahui, kecurigaan pada keamanan obat herbal seringkali juga disebabkan oleh reaksi obat herbal pada awal terapi. Pada awal terapi, orang yang mengonsumsi herbal mungkin tampak menjadi lebih parah sebelum menjadi lebih baik. Reaksi seperti apa yang dimaksud?
Baca dalam halaman Reaksi Kerja Obat Herbal untuk mendapatkan penjelasan lebih jauh mengenai bagaimana reaksi dan cara kerja obat herbal. Artikel tersebut akan membantu Anda memahami prinsip kerja obat herbal dalam tubuh.

Informasi lengkapnya di: http://www.deherba.com

OBAT HERBAL Vs OBAT KIMIA

Kebanyakan penduduk dunia akan menyebutkan kata-kata tidak ilmiah, belum terbukti, tidak efektif, mungkin berbahaya, primitif, dan banyak kata-kata lain yang bernada miris ketika mereka berpikir tentang obat-obat herbal.
Setelah 30 tahun meneliti dan mengobati jutaan orang dengan obat-obat herbal, Dr. John R. Christopher akhirnya menyatakan bahwa ada keyakinan umum yang dapat diterima tentang obat herbal.
Kesalahan persepsi yang diadopsi oleh masyarakat dunia selama ini adalah menggunakan obat herbal berarti sama dengan menggunakan bentuk paling primitif dari dunia kodekteran.
Faktanya, 75% hormon yang digunakan dalam obat-obat modern berasal sepenuhnya dari tumbuhan. Ada ketidaksetaraan ketika obat-obat modern yang berasal dari tumbuhan diagung-agungkan sedangkan obat herbal dikatakan obat primitif dan terbelakang.
Sebagai contoh, Digitalis yang dikenal sebagai obat masa kini untuk menstimulasi jantung ternyata berasal dari tumbuhan foxglove. Sedangkan obat anti-pembekuan yang efektif bernama coumarol didapat dari tumbuhan Semanggi Manis.
Di India, snakeroot telah digunakan selama ribuan tahun untuk menenangkan orang. Kini snakeroot dipakai sebagai bahan utama reserpin, obat penenang paling populer saat ini.
Dan tahukah Anda, obat anti-malaria berasal dari kulit batang pohon Kina yang berasal dari Amerika Selatan dan telah tumbuh di Cibodas, Jawa Barat, dan Sumatera Barat?
Ya, ada banyak tanaman yang diambil bagiannya untuk meramu obat modern, jadi label primitif dan terbelakang tentu tidak cocok untuk obat-obat herbal.
Memang, harus diakui bahwa meski berasal dari tumbuhan alami, tak dapat disangkal bahwa beberapa tumbuhan memiliki efek beracun. Namun, di tangan herbalis berpengalaman obat herbal bisa sangat membantu untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit.
Bahkan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memiliki misi untuk mengintegrasikan obat herbal dalam pengobatan primer di negara-negara anggota WHO. Saat ini, sekitar 80% masyarakat dunia masih bergantung pada pengobatan tradisional termasuk didalamnya obat herbal.
Seiring berjalannya waktu, penduduk dunia akhirnya terbuka pikirannya untuk mengakui bahwa obat herbal dapat menjadi aset di masa depan. Meski penelitian yang menunjang obat herbal masih amat sedikit keberadaanya, penelitian tersebut didorong pelaksanaannya bahkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Di Indonesia sendiri banyak peneliti dari LIPI dan universitas ternama seperti ITB serta universitas di negara lain seperti The University National of Hochiminch City yang telah melakukan penelitian terhadap tanaman yang berpotensi menjadi obat terhadap penyakit ringan maupun berat termasuk didalamnya Sarang Semut sebagai obat kanker.

Informasi lengkapnya di: http://www.deherba.com
Written by 

Popular Posts

Blog Archive

 
© Copyright 2035 INFO HERBAL
Theme by Info Herbal