Translate

EnglishFrenchGermanSpainItalianDutch RussianPortugueseJapaneseKoreanArabicChinese Simplified

20110107

Pengobatan dengan Bisa Lebah (bee Venom)

Pengobatan Apitherapy / sengat lebah berbeda dengan tusuk jarum / akupunktur. Pengobatan apitherapy menggunakan racun lebah yang keluar dari perut lebah lewat bagian belakang , hal ini akan merangsang kerja jantung untuk dialirkan keseluruh tubuh dengan rangsangan 4 x 24 jam (4 hari) sedangakan tusuk jarum dengan menggunakan bahan jarum rangsangannya bertahan sekitar 15 menit, sehingga pengobatan ini sangat efektif terhadap penyakit jenis reumatik, nyeri syaraf, pegal linu, lumpuh dan lain-lain.

Pengobatan Apitherapy harus dilakukan dengan benar dan tepat pada titik sengatan dengan dosis yang terukur dan bertahap, untuk permulaan diberikan suntikan sebagai adaptasi pada tempat yang dirasakan oleh pesakit.

Bila takarannya banyak (over dosis) racun akan berpengaruh buruk terhadap kerja paru-paru (sesak pernafasan) oleh karena itu pengobatan apitherapy harus dilakukan dengan teratur 4 hari sekali, seminggu sekali atau 1 bulan sekali.

Bagi penderita Alergi harus dilakukan secara hati-hati, karena kadar imuglobulin tipe E (Ig E) di dalam tubuh berlebih, pada saat tubuh disengatkan Ig E menempel pada sel Mast dan sel Basofil yang banyak mengandung histamin. bila histamin keluar maka akan menimbulkan benjolan, gatal, sesak nafas bahkan pingsan.

Apitherapy merupakan penetrasi benda asing sehingga secara alami tubuh akan melawan yang dimotori oleh antibody imunuglobin yakni IgM, IgD, IgA, dan IgE. Dalam tubuh penderita sengat lebah akan ditemukan juga IgE spesifik, juga IgG yang berfungsi menetralkan racun sehingga IgG diduga berperan dalam pertahanan tubuh terhadap sengatan lebah atau dikenal sebagai agen reaksi kekebalan. jadi semakin tinggi frekwensi sengatan lebah semakin tinggi pula daya tahan tubuh / imuniti seseorang terhadap penyakit.

Pengobatan Apitherapy yang digunakan adalah lebah jenis Apis Melifera, Apis cerana. 
Apis Cerana
Apis Mellifera






















Tidak semua jenis lebah dapat digunakan untuk pengobatan, lebah hutan seperti apis dorsata atau dikenal dengan lebah gong sangat berbahaya. efek yang paling ringan dari sengat lebah gong ini adalah jika tersengat seluruh rambut beruban.  dan yang paling berbahaya bisa berakibat kematian.


Lebah ternak seperti jenis lebah apis cerana atao mellifera sangat jinak apabila kita mengambilnya untuk pengobatan dalam artian lebah lainnya tidak bereaksi. namun apabila kita mengambil lebah jenis dorsata atau lebah hutan maka seluruh koloni lainnya akan bereaksi menyerang kita.

Jarum yang ada dalam sengat lebah hanya dimiliki oleh lebah betina, lebah jantan tidak memiliki sengat. pada lebah jantan organ itu direduksi menjadi alat kelaminj (endhopalus). Sengat lebah pekerja hanya dapat digunakan sekali saja. setelah disengatkan, lebeh tersebut akan mati. sedangkan sengat ratu lebah bisa berkali-kali karena sengatnya tidak terlepas dari tubuhnya.

Sengat Lebah terdiri dari atas jaringan keras menyerupai tiga buah jarum yang menyatu berbentuk kanal untuk menyalurkan racun sengat. Racun diproduksi oleh kelenjar Venom- kelenjar racun yang terangkai dalam umbai kelenjar asam.
Prinsip pengobatan dengan dengan Bisa Lebah adalah didasarkan pada mekanisme bahwa suatu penyakit yang disebabkan oleh gangguan syaraf atau adanya penyumbatan pembuluh darah akan efektif disenbuhkan dengan sengat lebah.





Popular Posts

Blog Archive

 
© Copyright 2035 INFO HERBAL
Theme by Info Herbal